WHAT'S NEW?
Loading...
zat aditif dan zat adiktif
Zat Aditif dan Zat Adiktif
Permen yang
kamu gemari saat kecil, makanan kemasan dan minuman kemasan lainnya, ternyata
dalam proses pembuatannya ada penambahan zat-zat. Zat-zat tersebut mulai dari pemanis,
pewarna bahkan mungkin pengawet. Pernahkah kamu melihat orang yang
suka sekali
minum kopi? Bahkan ada orang yang mengaku pusing bila tidak minum kopi.
Nampaknya orang tersebut sudah ketagihan minum kopi. Zat apakah yang ada dalam
kopi yang membuat seseorang dapat mengalami ketagihan? Pada bab ini kamu akan
belajar tentang zat-zat tersebut di atas yang merupakan zat aditif dan adiktif.
A. Zat
aditif
Zat
– zat kimia yang ditambahkan ke dalam makanan untuk meningkatkan kualitasnya
yang mencakup rasa, penampilan, warna, keawetan dan lain – lain. Macam-macam
zat aditif sebagai berikut:
a.
Bahan pewarna
Tujuan pemberian pewarna pada makanan
hanyalah untuk memperbaiki penampilan makanan sehingga lebih menarik perhatian.
Bahan pewarna yang sering digunakan dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu
pewarna alami dan pewarna buatan.
1.
Pewarna alami
Pewarna
alami merupakan pewarna yang didapat dari tumbuhan atau hewan. Pewarna alami
mempunyai keunggulan, yaitu umumnya lebih sehat untuk dikonsumsi daripada
pewarna buatan. Namun, pewarna makanan alami memiliki beberapa kelemahan, yaitu
cenderung memberikan rasa dan aroma khas yang tidak diinginkan, warnanya
mudah rusak karena pemanasan, warnanya kurang
kuat (pucat), dan macam warnanya terbatas. Berikut beberapa pewarna yang bisa
digunakan:
2.
Pewarna buatan
Bahan
pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dibanding pewarna alami,
yaitu harganya murah, praktis dalam penggunaan, warnanya lebih kuat, macam warnanya
lebih banyak, dan warnanya tidak rusak karena pemanasan. Penggunaan bahan pewarna
buatan untuk makanan harus melalui pengujian yang ketat untuk kesehatan
konsumen.
b.
Bahan pemanis
Pemanis dipakai untuk menambah rasa manis yang lebih kuat pada
bahan makanan.
Pemanis alami yang umum dipakai adalah gula pasir, gula kelapa, gula aren, gula
lontar, dan bit. Senyawa yang membuat rasa manis pada gula tersebut adalah
sukrosa. Selain pemanis alami, ada juga beberapa pemanis buatan yang dapat menjadi
alternatif untuk menambah rasa pada makanan. Pemanis buatan ini antara lain
aspartam, sakarin, asesulfam kalium, dan siklamat.
1.
Aspartam
Aspartam adalah jenis gula rendah kalori yaitu
sekitar 4 kkal (= 4.000 kalori; 17 Joule = 17 kJ) per gram. Walaupun Aspartam
adalah jenis gula rendah kalori, tingkat kemanisannya 160-200 kali dari gula
pasir. Keunggulan lain Aspartam nantara lain rasa manisnya mirip gula, tanpa
rasa pahit, dan tidak merusak gigi. Penggunaan Aspartam pada makanan atau
minuman telah disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia
(BPOM).
2.
Sakarin
Sakarin adalah pemanis buatan yang tidak
berkalori. Sakarin dibuat dari garam natrium. Asam sakarin berbentuk bubuk
kristal putih, tidak berbau dan sangat manis. Sakarin mempunyai tingkat
kemanisan 200-500 kali dari rasa manis sukrosa (gula pasir). Keunggulan
sakarin, yaitu tidak bereaksi dengan
bahan makanan, sehingga makanan yang ditambah
dengan sakarin tidak mengalami kerusakan dan harganya murah. Kelemahan sakarin adalah
mudah rusak bila dipanaskan sehingga mengurangi tingkat kemanisannya. Selain
itu, sakarin kerap kali menimbulkan rasa pahit. Penggunaan sakarin yang
berlebihan dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia, misalnya menimbulkan
kanker.
B. Zat adiktif
Zat
adiktif adalah zat-zat kimia yang dapat menimbulkan kecanduan atau ketagihan
(adiksi) pada pemakainya .
Zat adiktif dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu (1) zat adiktif
bukan narkotika dan psikotropika, (2) zat adiktifnarkotika, dan (3) zat adiktif
psikotropika.
a.
Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika
Zat adiktif bukan narkotika dan psikotropika sering kamu jumpai dalam
kehidupan sehari-hari, bahkan kamu juga sering mengonsumsi makanan atau minuman
yang mengandung bahan tersebut. Bahan makanan atau minuman yang mengandung mzat
adiktif yang kamu kenal antara lain pada kopi, teh, dan cokelat.
b.
Zat adiktif
narkotika
Narkotika merupakan zat adiktif yang sangat berbahaya dan
penggunaannya dilarang diseluruh dunia. Menurut Undang-Undang yang berlaku,
pengertian narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,
baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau
perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa
nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
c.
Zat adiktif psikotropika
Kelompok zat adiktif ketiga adalah psikotropika.
Psikotropika merupakan zat atau obat baik alamiah maupun sintetis yang bukan
merupakan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif, berpengaruh selektif pada saraf
pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seseorang.
Zat psikotropika dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan saraf pusat
dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai halusinasi, ilusi, gangguan cara
berpikir, dan perubahan alam perasaan.
Diunduh dari youtube.com


0 komentar :
Posting Komentar